Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budaya

Layar Tanjleb Purbalingga | Memperingati Hari Film Nasional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Memperingati hari Film Nasional Purbalingga menyelenggarakan layar tanjleb, Intine kon pada nonton ya neng Alun - Alun Purbalingga GRATIS...

Biar lebih jelasnya ini saya tampilkan pamfletnya utawa woro - worone berupa gambar...
Cekidot...

Acara kie supported by Pemerintah Kabupaten, Dinas Pendidikan & Kebudayaan lan sanes sanesipun sing ra bisa disebutna siji siji. Kebeneran Filem sing diputer gaweane dewek/ pada pada wonge dewek nek ra percaya deleng bae kae neng pamflet tulisane apik banget mbuh sapa sing gawe, ra genah ya syukur berarti mandan. Kie sedulur aja kesuwen arepan labuh dela maning ayok pada diramekna syukur2 gawa anak bojo, tanggane utawa sing wong enom melu ramekna ben ngerti jebule wonge dewek...asyik.

Cukup semeneh bae lah ya woro-worone nek ora jelas maring tkp bae yuk Alun-Alun Purbalingga jam 7wengi....aja kelalen.

Suwun wis diwaca,,monggo dikabari sing rung weruh.
Salam ngapakers

Wabillahitaufikwalhidayah Wassala…

Purbalingga Moosic Project 2016

#Repost @nfindaa
・・・
[PRE SALE 😱😱😱] ONLY 17k! (23-28 September) Siap-siap buat pesta GLOW IN THE DARK
1 Oktober 2016
di Mahesa Jenar PURBALINGGA "PURBALINGGA MOOSIC PROJECT" is coming to town!
Bakal ada guest star ALFFY REV yang bikin malam minggu kamu jadi kece abis. Mau kan malam minggu kamu di temenin sama abang Alffy Rev? Atau mau seru-seruan bareng bang Alffy Rev? Yuk ahhh beli tiketnyaahh 😊 Bawa teman, bawa pacar, mantan, selingkuhan biar makin seru!!!  More info :
Line : @vwo4611x

Proud To Be Indonesian

Memang pantas jika indonesia dikatakan sebagai negara dengan rakyat paling ramah.

Tadi pagi saya sarapan di sebuah kedai kopi di pasar tradisional kota kijang-bintan, dan saya duduk di sebuah meja bundar yg sudah ada satu org duduk di situ terlebih dahulu karena tidak ada tempat duduk lain saya pun duduk di situ, kemudian datang 3 orang lagi yg tidak saling kenal dan tanpa ragu mereka saling berkenalan dan mengobrol seperti layaknya sudah lama kenal, dan saya pun ikut mengobrol.

Sudah saat nya kita bangga menjadi orang indonesia yg ramah dan cinta damai.

Sumber : Hadian Putra
Foto :Muhammad Faishol Husni

Mahalnya Sebutan Ustad : LekMot, Lek Ocop, Kang Dun.

Guru ngaji pertama saya bernama Lek Mot (lek= paklik, bapak cilik). Nama aslinya Mahmud. Kini almarhum. Profesi utamanya tukang jahit, dan belakangan setelah istri dan anak beliau bisa menjahit, Lek Mot banting profesi jadi sales keliling makanan kecil ke toko-toko kelontong. Muridnya ratusan, dan jadwal ngaji berlangsung di bagian dapur rumahnya yang berdinding gedeg, dengan lampu petromak. Saya biasa mengaji selepas Maghrib hingga sholat Isya datang. Setiap murid seikhlasnya bayar urunan (iuran), yang dari uang yang terkumpul hanya cukup untuk beli lengo gas aka minyak gasoline. Tidak ada listrik di rumah beliau. Saya belajar ngaji di sini sejak mulai alif ba tak, hingga lancar baca Juz Amma.
Sampai beliau meninggal, saya, hampir semua orang di kampung, memanggil beliau cuma dengan sebutan "Lek Mot".

Guru ngaji kedua, masih "berjulukan" lek, tepatnya Lek Ocop (Yusuf). Beliau juga, profesi utamanya sebagai tukang jahit. Secara ekonomi Lek Ocop cukup…

Belajar & Pameran di Ruang Publik : Seni dari rakyat, untuk dinikmati rakyat.

Jika Anda pernah membaca sejarah kesenian Indonesia, mungkin akan mendapati sejarah ketika pertentangan sengit terjadi antara "seni untuk seni" dan "seni untuk rakyat". Bahkan sampai memakan korban jiwa. Slogan yang terakhir itu, Lekra-nya PKI di era 60an, getol memperjuangkannya, yang bahkan mengakali seni sebagai salah satu upaya perjuangan revolusioner (please, jangan menuduh-nuduh yang revolusioner identik dengan PKI). Seni untuk rakyat, bisa memprovokasi sekaligus mengedukasi. Saya secara pribadi, cenderung lebih dekat dengan "seni untuk rakyat" ketimbang "seni untuk seni" yang kian hari kian jadi komoditi kapital mengeruk untung. meski saya gemar datang ke museum atau pameran seni, saya kerap sedih, ketika misalnya lukisan bertema orang melarat "dihidangkan" di ruang-ruang mewah ber-AC, dan disaksikan sambil manggut-manggut orang-orang kaya yang mengincar untung, mencari celah memperdagangkan.

Singapura bisa menjad…

BATU AKIK PURBALINGGA : Tak Akan Mati

Mesti demam watu alias akik mulai surut tidak membuat rekan sekaligus tetangga dekat saya sebut saja Anom Satria berhenti untuk berkarya. Batu Akik Klawing itulah nama yang dikenal baik di masyarakat Purbalingga dan Mancanegara. Akan tetapi, ini merupakan kebanggan sendiri bagi saya karena di tengah pasang surutnya pasar Watu Akik mas Anom tetap memberikan watu watu yang eksotik bahkan tetap diminati.

Sedikit info yang mau atau ingin buat atau melihat prosesi pembuatanya silakan mampir di alamat Kaligondang RT 02/ RW 01 sisanya silakan tanya warga "Dimana rumah mas Anom?"

Pingin tahu lebih lanjut atau liat koleksi batunya, silakan klik nama di atas langsung ke TKP.




Inilah beberapa gambar Watu ter-update yang baru - baru ini saya ambil --->


Jangan Merantau Jika masih Mengguyup Kampung : Saudara, ya orang paling dekat kita

Masih Cuap - Cuap dari Mas Sultan Yohana
=========================================================================

Saya masih begitu ingat, saat pertama gabung main bola dengan warga setempat di tempat tinggal saya yang baru, di Singapura. Hari sudah larut, ketika itu, keringat sudah membanjir, saya pamit stop pada mereka. Lalu kemudian, permainan berhenti sesaat. Mereka satu per satu mendatangi saya.
Ada yang menepuk bahu saya, ada pula yang sekedar salaman. "Welcome to join us, Bro!" salah satunya mengucap begitu, yang lain menggumamkan kalimat serupa. Mengharukan sekali, terutama jika kita tahu, ini Singapura, kota yang warganya dikenal sangat individualistik. Dan mereka tahu saya orang Indonesia, negara yang warganya gemar mengolok-olok dan mengirim masalah pada Singapura. Bahkan istri saya kerap protes pada saya, 'kenapa harus Singapura yang selalu disalahkan, jika ada masalah di Indonesia?'
Sebelumnya, saya berusaha mencari informasi tentang rekan…

9 Desember 2015

Ada apa dengan tanggal itu? yang mengaku warga negara yang baik taulah itu apa.. intinya ada hubungan dengan (Gold, Gospel, dan Glory) yang tau sejarah pasti taulah sejarah politik kenapa istilah tersebut terkenal dan berkembang di negara tercinta tanah air Indonesia. Aku warga indonesia yang taat hukum dan aturan bahkan naik sepeda aja aku bawa SIM. Aku yang sudah 2 kali dalam acara tersebut seperti pemilihan Presiden dan wakilnya tahun lalu dan sekarang Pemilihan kepala daerah atau disingkat PILKADA harus menjadi pengamat dan berada diluar TPS karena Golput dan tidak memiliki hak suara.

Belum lagi status jejaring sosial yang mengkampanyekan untuk mengeluarkan hak pilihnya bahkan jauh sebelumnya money politic pun sudah berjalan aku salah satu korbannya tetapi mereka yang aku kibulin karena jujur di daerah tersebut aku tidak memiliki hak pilih jadi biarin aja mereka mau ngapain.

Lucunya lagi aku menemukan sebuah gambar yang didalamnya berisi kata kata mutiara kegaulauan atau ke-Jones…

Jangan Takut Nikah

Kali ini aku akan posting sebuah gambaran kami para jomblowers "Jangan Merasa Takut untuk menikah" karena menikah adalah manusiawi dan setiap adam dan hawa pasti akan mengalami kecuali mereka yang meninggal di usia muda atau mereka yang menahan nahan hingga julukan demi julukan pun disandangnya.

Sedikit kata kata motivasi sekaligus pecut buat mereka yang ciut nyalinya untuk menikah. Mendekati pacaran di banyakin malah yang namanya menikah dihindari.


Meme Asyik Maling Jemuran Berkilah

Asyik UU ITE jadi landasan dalam memberikan sanggahan sidang, ada pula oknum yang membuat MEMEnya simak aja deh.

Chio Office Lady : Dan fenomena terlambat menikah

Saya mendapatkan istilah "Chio Office Lady" ini, ketika datang ke Singapore National Library Sabtu (8/8) lalu, dan kebetulan di sana sedang dipamerkan poster karya seniman poster bernama Sharon Yang atau Paynk.
Paynk, dalam keterangannya menulis, Chio office lady adalah, "character conjures up the image of a powerful career women, independent, capable, and fully in charge of her own life. She is usually meticolous to a fault and always get the job done all this while still looking fabulous". Atau kalau saya boleh persingkat, "Chio Office Lady" adalah "wanita karier".
"Chio" sendiri merupakan istilah slank yang bisa diartikan sebagai "wanita cantik/seksi", dan kerap dipakai untuk memberi atribut negatif. Di frasa Indonesia, mungkin setara dengan "perempuan gatal".
Dan baikah, terlepas dari pengertian tekstualnya, kian hari perempuan beratribut "Chio Office Lady" kian banyak di Singapura. Bah…

PERANG SAMPIT

Febrio Valentino Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
A.Latar belakang Konflik sampit adalah pecahnya kerusuhan antara dua etnis di Indonesia, konflik ini terjadi pada Februari 2001 dan terjadi sepanjang tahun itu. Perang sampit ini terjadi antara etnis Dayak sebagai penduduk lokal dan Madura sebagai pendatang. Kerusuhan sampit ini pecah pada 18 Februari 2001 dan sekitar 500 orang Madura tewas.10.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. Suku Madura pertama tinggal di Kalimantan pada tahun 1930 dibawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya dalam kasus ini terjadi kecemburuan sosial antara penduduk lokal dan pendatang. Dimana pendatang disana menguasai perekonomian, perindustrian, perkayuan dan perindustrian. Suku Dayak kerap kali mengalah kepada suku pendatang. Mereka juga sangat terdesak di tanahnya sendiri. Hingga kampung mereka pun berkali-kali berpindah karena mengalah dari para peneba…