Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Purbalingga Moosic Project 2016

#Repost @nfindaa
・・・
[PRE SALE 😱😱😱] ONLY 17k! (23-28 September) Siap-siap buat pesta GLOW IN THE DARK
1 Oktober 2016
di Mahesa Jenar PURBALINGGA "PURBALINGGA MOOSIC PROJECT" is coming to town!
Bakal ada guest star ALFFY REV yang bikin malam minggu kamu jadi kece abis. Mau kan malam minggu kamu di temenin sama abang Alffy Rev? Atau mau seru-seruan bareng bang Alffy Rev? Yuk ahhh beli tiketnyaahh 😊 Bawa teman, bawa pacar, mantan, selingkuhan biar makin seru!!!  More info :
Line : @vwo4611x

Mahalnya Sebutan Ustad : LekMot, Lek Ocop, Kang Dun.

Guru ngaji pertama saya bernama Lek Mot (lek= paklik, bapak cilik). Nama aslinya Mahmud. Kini almarhum. Profesi utamanya tukang jahit, dan belakangan setelah istri dan anak beliau bisa menjahit, Lek Mot banting profesi jadi sales keliling makanan kecil ke toko-toko kelontong. Muridnya ratusan, dan jadwal ngaji berlangsung di bagian dapur rumahnya yang berdinding gedeg, dengan lampu petromak. Saya biasa mengaji selepas Maghrib hingga sholat Isya datang. Setiap murid seikhlasnya bayar urunan (iuran), yang dari uang yang terkumpul hanya cukup untuk beli lengo gas aka minyak gasoline. Tidak ada listrik di rumah beliau. Saya belajar ngaji di sini sejak mulai alif ba tak, hingga lancar baca Juz Amma.
Sampai beliau meninggal, saya, hampir semua orang di kampung, memanggil beliau cuma dengan sebutan "Lek Mot".

Guru ngaji kedua, masih "berjulukan" lek, tepatnya Lek Ocop (Yusuf). Beliau juga, profesi utamanya sebagai tukang jahit. Secara ekonomi Lek Ocop cukup…

Jangan Merantau Jika masih Mengguyup Kampung : Saudara, ya orang paling dekat kita

Masih Cuap - Cuap dari Mas Sultan Yohana
=========================================================================

Saya masih begitu ingat, saat pertama gabung main bola dengan warga setempat di tempat tinggal saya yang baru, di Singapura. Hari sudah larut, ketika itu, keringat sudah membanjir, saya pamit stop pada mereka. Lalu kemudian, permainan berhenti sesaat. Mereka satu per satu mendatangi saya.
Ada yang menepuk bahu saya, ada pula yang sekedar salaman. "Welcome to join us, Bro!" salah satunya mengucap begitu, yang lain menggumamkan kalimat serupa. Mengharukan sekali, terutama jika kita tahu, ini Singapura, kota yang warganya dikenal sangat individualistik. Dan mereka tahu saya orang Indonesia, negara yang warganya gemar mengolok-olok dan mengirim masalah pada Singapura. Bahkan istri saya kerap protes pada saya, 'kenapa harus Singapura yang selalu disalahkan, jika ada masalah di Indonesia?'
Sebelumnya, saya berusaha mencari informasi tentang rekan…

Jangan Takut Nikah

Kali ini aku akan posting sebuah gambaran kami para jomblowers "Jangan Merasa Takut untuk menikah" karena menikah adalah manusiawi dan setiap adam dan hawa pasti akan mengalami kecuali mereka yang meninggal di usia muda atau mereka yang menahan nahan hingga julukan demi julukan pun disandangnya.

Sedikit kata kata motivasi sekaligus pecut buat mereka yang ciut nyalinya untuk menikah. Mendekati pacaran di banyakin malah yang namanya menikah dihindari.


PERANG SAMPIT

Febrio Valentino Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
A.Latar belakang Konflik sampit adalah pecahnya kerusuhan antara dua etnis di Indonesia, konflik ini terjadi pada Februari 2001 dan terjadi sepanjang tahun itu. Perang sampit ini terjadi antara etnis Dayak sebagai penduduk lokal dan Madura sebagai pendatang. Kerusuhan sampit ini pecah pada 18 Februari 2001 dan sekitar 500 orang Madura tewas.10.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. Suku Madura pertama tinggal di Kalimantan pada tahun 1930 dibawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya dalam kasus ini terjadi kecemburuan sosial antara penduduk lokal dan pendatang. Dimana pendatang disana menguasai perekonomian, perindustrian, perkayuan dan perindustrian. Suku Dayak kerap kali mengalah kepada suku pendatang. Mereka juga sangat terdesak di tanahnya sendiri. Hingga kampung mereka pun berkali-kali berpindah karena mengalah dari para peneba…